Kalsium dan vitamin D sama-sama dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang, tetapi fungsinya berbeda. Kalsium merupakan mineral utama pada tulang dan gigi, sedangkan vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dari saluran pencernaan.
Kebutuhan keduanya perlu diperhatikan sejak usia produktif. Pada usia 30-an, misalnya, tulang mungkin belum menimbulkan keluhan sehingga asupan kalsium dan vitamin D sering luput diperhatikan. Padahal, tulang merupakan jaringan hidup yang terus mengalami pembaruan sepanjang hidup.
Apa Manfaat Kalsium untuk Tubuh?
Sebagian besar kalsium dalam tubuh tersimpan pada tulang dan gigi. Selain mempertahankan struktur tulang, kalsium juga diperlukan untuk kerja otot, fungsi saraf, pembuluh darah, dan proses pembekuan darah. Tubuh tidak dapat membuat kalsium sendiri. Karena itu, kebutuhan kalsium perlu diperoleh dari makanan dan minuman. Untuk orang dewasa usia 19-50 tahun, kebutuhan kalsium umumnya sekitar 1.000 mg per hari. Jumlah tersebut merupakan total dari seluruh sumber makanan, minuman, dan suplemen bila digunakan.
Karena itu, daripada menunggu usia lanjut, pertanyaan yang lebih relevan adalah: apakah pola makan sehari-hari sudah menyediakan cukup kalsium?
Apa Hubungan Kalsium dan Vitamin D?
Kalsium yang dikonsumsi tidak langsung digunakan oleh tulang. Mineral tersebut perlu diserap terlebih dahulu di saluran pencernaan. Di sinilah vitamin D untuk tulang berperan. Vitamin D membantu penyerapan kalsium di usus dan membantu mempertahankan kadar kalsium serta fosfat yang diperlukan untuk mineralisasi tulang.
Secara sederhana, kalsium dapat dianalogikan sebagai nutrisi yang sudah tersedia di depan pintu, sedangkan vitamin D membantu proses agar kalsium dapat melewati “pintu” tersebut dan diserap tubuh. Karena itu, memperhatikan asupan kalsium tanpa memperhatikan vitamin D memberikan gambaran yang belum lengkap tentang pemenuhan nutrisi untuk tulang. Untuk memahami prosesnya lebih jauh, baca juga: Peran dan Pentingnya Vitamin D untuk Penyerapan Kalsium.
Asupan Kalsium Kurang Tidak Selalu Terasa
Salah satu alasan kebutuhan kalsium sering diabaikan adalah karena asupan yang tidak mencukupi tidak selalu langsung menimbulkan keluhan. Tubuh menjaga kadar kalsium dalam darah dalam rentang yang ketat karena kalsium diperlukan untuk berbagai fungsi penting. Tulang sekaligus berfungsi sebagai tempat penyimpanan kalsium. Karena itu, tanda asupan kalsium tidak cukup tidak dapat dinilai hanya dari munculnya gejala tertentu. Cara yang lebih praktis adalah melihat kembali pola makan. Jika makanan sumber kalsium jarang dikonsumsi, asupan harian mungkin perlu dievaluasi.
Apakah Usia 30-an Sudah Perlu Memperhatikan Kesehatan Tulang?
Masa pertumbuhan memang merupakan periode penting pembentukan tulang, tetapi mempertahankan kesehatan tulang tetap diperlukan setelah memasuki usia dewasa.
Bayangkan tulang sebagai aset yang dibangun sejak masa pertumbuhan. Setelah memasuki usia dewasa, aset tersebut tetap perlu dipelihara. Karena itu, perhatian terhadap kalsium dan vitamin D tidak perlu menunggu usia 50 atau 60 tahun. Kebiasaan makan, aktivitas fisik, serta pemenuhan nutrisi pada usia produktif ikut menjadi bagian dari pemeliharaan kesehatan tulang.
Apa Saja Sumber Kalsium?
• susu, yoghurt, dan keju;
• ikan yang dapat dimakan bersama tulangnya;
• tahu yang dibuat menggunakan garam kalsium;
• beberapa jenis sayuran hijau; dan
• makanan atau minuman yang difortifikasi kalsium.
Tidak mengonsumsi susu juga tidak otomatis berarti kekurangan kalsium. Yang perlu diperhatikan adalah apakah kebutuhan kalsium sudah diperoleh dari sumber makanan lainnya.
Dari Mana Tubuh Mendapatkan Vitamin D?
Sumber vitamin D dari makanan relatif lebih terbatas dibandingkan sumber kalsium. Vitamin D dapat ditemukan antara lain pada ikan berlemak dan makanan yang telah difortifikasi vitamin D. Tubuh juga dapat membentuk vitamin D ketika kulit terpapar sinar ultraviolet dari matahari. Jumlah yang terbentuk dapat berbeda pada setiap orang karena dipengaruhi berbagai faktor. Artinya, makan makanan tinggi kalsium belum tentu sama dengan memenuhi kebutuhan vitamin D, karena sumber keduanya tidak selalu sama.
Bagaimana Memenuhi Kebutuhan Kalsium dan Vitamin D?
Mulailah dari pola makan yang bervariasi dan mengandung sumber kalsium serta vitamin D. Aktivitas fisik juga penting sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan tulang. Jika kebutuhan nutrisi belum dapat dipenuhi dari makanan sehari-hari, suplemen dapat menjadi salah satu pilihan sesuai kebutuhan. CDR menyediakan suplemen dalam bentuk tablet effervescent yang mengandung kombinasi kalsium dan vitamin D. Kombinasi keduanya mempunyai fungsi yang saling berkaitan dalam kesehatan tulang: kalsium diperlukan untuk memelihara kesehatan tulang dan gigi, sementara vitamin D membantu penyerapan kalsium.
Kalsium dan Vitamin D Perlu Diperhatikan Sejak Usia Produktif
Kesehatan tulang bukan hanya persoalan usia lanjut. Pada usia 30-an, kebutuhan kalsium dan vitamin D tetap perlu diperhatikan meskipun tubuh belum memberikan keluhan. Tidak perlu membuatnya rumit. Periksa sumber kalsium dalam makanan sehari-hari, pastikan kebutuhan vitamin D diperhatikan, tetap aktif bergerak, dan lengkapi kebutuhan nutrisi bila diperlukan. Kalsium perlu tersedia. Vitamin D membantu tubuh menyerapnya. Keduanya merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan tulang sepanjang kehidupan.






















